Skip to main content

kelompok Tani Harapan Makmur dapat bantuan JIDES

kelompok Tani Harapan Makmur dapat bantuan JIDES
16/10/2017. Kelompok tani harapan makmur yang beralamatkan di dusun Kalaena, Desa Sindu Agung, Kec. Mangkutana mendapatkan bantuan jides ( jalur irigasi desa ) dengan panjang bangunan 250 Meter  dengan type 60 dengan anggaran Rp. 246.000.000, kata Yakob bendahara kelompok tani Harapan
Makmur  sudah lama kelompok tani kami mengajukan permohonan pembangunan irigasi ,  baru sekarang direalisasi pemerintah, pengerjaan kegiatan ini secara swadaya masyarakat karena irigasi ini pemakaiannya sangat lama jadi kami menjaga kualitas bangunannya, Kata Rahmat Konsultan Pendamping  Masyarakat  dari PUPR  Makassar, kegiatan ini diseleksi secara ketat dan  sebelum dilakukan pembangunan diadakan muyawarah desa dalam pengerjaannya setalah semua setuju baru kami kerjakan, kata Aje Sejati sekdes Sindu Agung membenarkan adanya pekerjaan Jides didesanya, mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat membantu kelompok tani dalam budidaya padi

Comments

Popular posts from this blog

cara mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman padi

umur padi 18 HST ( hari setelah tanam ) adapun hama yang ada pada tanaman padi varietas cintana adalah ulat grayak, cara mengendalikannya dengan insektisida nabati, yang sangat ampuh untuk mengendalikan hama secara alami, adapun cara membuatnya : insektisida nabati : bahan     1. tembakau 1kg     2. sabun colek atau rinso 5 sendok     3. agri-m 200 mll     4. air alat    1. jerigen 5 liter cara membuat          bahan yang telah disiapkan dimasukan kedalam jerigen dan rendam -+ 1 hari satu malam, atau lebih, jika akan digunakan saringlah bahan tersebut yang telah direndam dan siap digunakan, dosis 400 Mll/ tangki sebaiknya lakukan penyemprotan 7 hari sekali agar tanaman selalu terjaga dari serangan hama ulat grayak.

carikan solusi produksi merica meningkat harga anjlok

saat ini para petani gencar dalam hal budidaya merica, baik secara perdu maupun secara tajar/ atau tiang rambat karena tergiur dengan harga yang sangat fantastik namun tidak heran bayak petani merica yang menjual lahannya karena susah dalam berbudidaya merica apalagi yang non skill yang hanya ikut arusnya isu tentang merica. apalagi harga merica hanya Rp. 65. 000/Kg yang awalnya mencapai Rp. 150.000/ Kg, sangat disayangkan jika sudah terjadi seperti ini. lantas langkah apa yang dilakukan pemerintah setempat pemda luwu timur setelah terjadi seperti ini ??? belum ada solusi yang dapat diambil hingga hari ini.

pendapat petani binaan aclt

         Dari tahun 2012 aclt memperkenalkan tentang padi organik, inilah salah satu petani binaan aclt yang bernama pak DARMADI yang tinggal di desa mekarsari, kec. kalaena, kab. luwu timur, saat itu beliau belum kenal apa itu organik,??? dengan berjalannya waktu organik beliau kenal hingga saat ini kurang lebih 14 musim beliau bersama aclt, walau belum ada dukungan dari PEMDA luwu timur, aclt terus bergerak memperkenalkan organik demi masyarakat kab. luwu timur pentingnya konsumsi beras yang sehat. pendapat pak darmadi            aclt ( agriculture community luwu timur ) memang ok dalam hal pendampingan petani semoga tambah sukses, terus berjuang dan tetap semangat.