Skip to main content

cara mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman padi

umur padi 18 HST ( hari setelah tanam ) adapun hama yang ada pada tanaman padi varietas cintana adalah ulat grayak, cara mengendalikannya dengan insektisida nabati, yang sangat ampuh untuk mengendalikan hama secara alami, adapun cara membuatnya : insektisida nabati :
bahan
    1. tembakau 1kg
    2. sabun colek atau rinso 5 sendok
    3. agri-m 200 mll
    4. air
alat
   1. jerigen 5 liter
cara membuat
         bahan yang telah disiapkan dimasukan kedalam jerigen dan rendam -+ 1 hari satu malam, atau lebih, jika akan digunakan saringlah bahan tersebut yang telah direndam dan siap digunakan, dosis 400 Mll/ tangki sebaiknya lakukan penyemprotan 7 hari sekali agar tanaman selalu terjaga dari serangan hama ulat grayak.

Comments

Popular posts from this blog

hasil pengamatan padi varietas cisantana

pendampingan petani yang dilakukan oleh ACLT ( agriculture Community Luwu Timur ) 5/9/2012. pada lahan pak Paiman, dalam pengamatan padi sampai 17/11/2017 : hama :            umur padi 30 HST : Tikus, Ulat Penggulung Daun            umur padi 45 HST : Tikus, Ulat Penggerek batang Penyakit : - cara pengendalian : Hama Tikus : pengomporan pada lubang tikus                        pengendalian hayati Ulat Penggulung daun :  penyemprotan telur untuk mengendalikan populasi telur ulat                                         penggulung  daun, penyemprotan rendaman tembakau,daun sirsak,                                         daun gamal, deterjen, dan minyak ...

carikan solusi produksi merica meningkat harga anjlok

saat ini para petani gencar dalam hal budidaya merica, baik secara perdu maupun secara tajar/ atau tiang rambat karena tergiur dengan harga yang sangat fantastik namun tidak heran bayak petani merica yang menjual lahannya karena susah dalam berbudidaya merica apalagi yang non skill yang hanya ikut arusnya isu tentang merica. apalagi harga merica hanya Rp. 65. 000/Kg yang awalnya mencapai Rp. 150.000/ Kg, sangat disayangkan jika sudah terjadi seperti ini. lantas langkah apa yang dilakukan pemerintah setempat pemda luwu timur setelah terjadi seperti ini ??? belum ada solusi yang dapat diambil hingga hari ini.