Skip to main content

cara kembangbiakan pisang tanduk

organisasi aclt melakukan perbanyakan bibit varitas pisang tanduk agar nantinya dapat dibagikan ke kelompok budidaya pisang tanduk di area pendampingan ACLT, jenis pisang ini dapat menjadi ladang bisnis contohnya kripik pisang, yang konsumsi kripik ini dari anak- anak hingga orang dewasa, dengan adakanya kegiatan ini dapat membantu perekonomian masyarakat dan memanfaatkan pekarangan yang tidur. melihat banyak peluang yang ada dikab. luwu timur membuat organisasi ACLT bersemangat dalam berbudidaya pisang tanduk.
cara mengembangkan bibit pisang tanduk dengan menggunakan polybag :
persiapan :
               siapkan bibit awal yang tinggi pohon 20 cm
bahan :
           bibit pohon pisang tanduk
           polybag 
           kompos
           tanah
           agri-m
alat
         sekop
         cangkul
cara membuatnya :
isi polybag dengan campuran kompos,tanah dengan perbandingan 1:1 setelah itu siram dengan menggunakan POC agri-m, biarkan 2 hari. bibit yang telah disiapkan masukan kedalam polybag, setelah ada anakan kembangbiakan dengan cara memindahkan anakan yang tumbuh di polybag yang lain agar berkembangbiak.

Comments

Popular posts from this blog

cara mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman padi

umur padi 18 HST ( hari setelah tanam ) adapun hama yang ada pada tanaman padi varietas cintana adalah ulat grayak, cara mengendalikannya dengan insektisida nabati, yang sangat ampuh untuk mengendalikan hama secara alami, adapun cara membuatnya : insektisida nabati : bahan     1. tembakau 1kg     2. sabun colek atau rinso 5 sendok     3. agri-m 200 mll     4. air alat    1. jerigen 5 liter cara membuat          bahan yang telah disiapkan dimasukan kedalam jerigen dan rendam -+ 1 hari satu malam, atau lebih, jika akan digunakan saringlah bahan tersebut yang telah direndam dan siap digunakan, dosis 400 Mll/ tangki sebaiknya lakukan penyemprotan 7 hari sekali agar tanaman selalu terjaga dari serangan hama ulat grayak.

carikan solusi produksi merica meningkat harga anjlok

saat ini para petani gencar dalam hal budidaya merica, baik secara perdu maupun secara tajar/ atau tiang rambat karena tergiur dengan harga yang sangat fantastik namun tidak heran bayak petani merica yang menjual lahannya karena susah dalam berbudidaya merica apalagi yang non skill yang hanya ikut arusnya isu tentang merica. apalagi harga merica hanya Rp. 65. 000/Kg yang awalnya mencapai Rp. 150.000/ Kg, sangat disayangkan jika sudah terjadi seperti ini. lantas langkah apa yang dilakukan pemerintah setempat pemda luwu timur setelah terjadi seperti ini ??? belum ada solusi yang dapat diambil hingga hari ini.

pendapat petani binaan aclt

         Dari tahun 2012 aclt memperkenalkan tentang padi organik, inilah salah satu petani binaan aclt yang bernama pak DARMADI yang tinggal di desa mekarsari, kec. kalaena, kab. luwu timur, saat itu beliau belum kenal apa itu organik,??? dengan berjalannya waktu organik beliau kenal hingga saat ini kurang lebih 14 musim beliau bersama aclt, walau belum ada dukungan dari PEMDA luwu timur, aclt terus bergerak memperkenalkan organik demi masyarakat kab. luwu timur pentingnya konsumsi beras yang sehat. pendapat pak darmadi            aclt ( agriculture community luwu timur ) memang ok dalam hal pendampingan petani semoga tambah sukses, terus berjuang dan tetap semangat.